Bagaimana Mengubah Masalah Menjadi Peluang??
Mengubah masalah menjadi peluang
“Makin Besar masalah yang anda hadapi, makin besar peluang yang anda miliki.” [Matthias Schmeltz-Penulis buku termahal di dunia, “The Milionare Maker”].
Kenyataan adalah persepsi anda. Jika anda ingin mengubah kenyataan hidup anda, mulailah dengan mengubah persepsi anda.” [Dr. Ibrahim Elfiky]
Mengubah masalah menjadi peluang
Di dalam kata “problem” ada suku kata “pro”. Dalam bahasa latin, “pro” berarti “positif” atau “berpihak”.
Jika kita punya masalah, maka ia sebenarnya positif dan berpihak pada kita.
Ingatlah lagi berbagai masalah dan persoalan yang berhasil kita selesaikan, pasti selalu berdampak positif dan makin membesarkan kita.
Untuk bisa menyelesaikan masalah dan mengubahnya menjadi peluang, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah merubah proses berpikir dan berpersepsi.
Sebab inti setiap masalah adalah tentang cara berpikir dan cara memandang. Kemudian cara berpikir dan cara memandang itulah yang akan membentuk cara kita membangun perasaan.
Artinya, perasaan tidak datang begitu saja kepada kita. Ia adalah sesuatu yang kita bangun sendiri. Disinilah letaknya apa yang sesunguhnya menjadi persoalan kita.
JIka kita bisa merubah proses berpikir dan cara pandang dan kemudian kita bisa membangun perasaan yang lebih berpihak atau “pro” kepada diri sendiri, maka kita akan menjadi kreatif.
Dan kreatifitas akan bermuara pada berbagai pilihan. Dan kekayaan pilihan adalah peluang untuk berbagai keputusan dan tindakan yang akan menciptakan solusi.
Proses berpikir, cara pandang, dan kreatifitas, selalu berhubungan dengan berbagai makna. Dan Makna selalu lekat dengan kata-kata dan bahasa. Kata-kata memiliki kekuatan, sebab kita bekerja dengan bahasa.
Jika kita ingin merubah proses berpikir dan berpersepsi, kita bisa memulainya dengan merubah kat-kata yang kita gunakan.
Mulailah dengan memaknai ulang kata ‘masalah”, “persoalan”, dan “problema”. Kita perlu melakukan ini sesegera mungkin saat kita merasa ketiga hal itu datang.
Ada 4 (empat) pilihan alternatif yang bisa kita gunakan untuk memaknai ulang kata “masalah”‘ “persoalan”, dan “problema” agar nampak positif dan berpihak kepada diri sendiri.
1. “situasi”
Jika kita memaknainya sebagai situasi, maka hal ini akan membuat kita lebih tenang. Sebab, apa yang disebut dengan situasi bersifat netral dan dia tidak hanya terekspos kepada diri kita secara pribadi, melainkan “sedang terjadi” pada dunia yang kita hidup di dalamnya.
Entah apakah situasi itu baik atau buruk, setiap situasi punya karakter khas, yaitu bisa dianalisis.
Dalam kaca mata ini, masalah, persoalan, dan problema adalah “obyek Pembelajaran”. Dan belajar tidak pernah merugikan.
2. “Tantangan”
Jika kita memaknainya sebagai tantangan maka hal ini akan memicu ambisi kita untuk dua hal sekaligus, yaitu menerima dan memutuskan. Rata-rata kita menyukai tantangan.
Hidup kita cenderung membosankan tanpa tantangan. Dalam kacamata ini; masalah, persoalan, dan problema adalah sesuatu yang membuat ” hidup menjadi lebih hidup”.
3. “Kesempatan”
Jika kita memaknainya sebagai kesempatan, maka hal ini akan merubah sikap dan pendekatan kita. Jika kita benar-benar bisa memaknainya, maka kita tidak memilih kalimat “Kok bisa sih, gua ngalamin yang beginian?” melainkan “Apa yang bisa aku lakukan untuk keluar dari hal ini?” atau “Apa dari hal ini yang akan menguntungkan saya?”
4. ″Kesenjangan Keputusan”
Jika kita memaknainya sebagai kesenjangan keputusan, maka hal ini akan langsung mendorong kita untuk menuju solusi.
Dengan dorongan ini, kita tidak lagi berputar-putar di sekitar persoalan dan terlalu lama berkutat dengannya, melainkan mulai memikirkan berbagai keputusan yang harus kita ambil sebagai penyelesaian.
Kabar baiknya, berbagai persoalan, biasanya hanyalah tentang kesenjangan keputusan. Nyaris setiap persoalan bisa diselesaikan dengan mengambil keputusan.
Dalam Pandangan Lain :
Melihat Peluang Tersembunyi pada Setiap Masalah
Di dunia usaha yang dinamis dan semakin kompetitif sekarang ini, kita tentulah harus semakin jeli untuk melihat keadaan sekitar. Selalu ada peluang yang tersembunyi di dalam setiap masalah, meskipun itu kecil.
Contoh saat terjadi kemacetan terdapat kesempatan untuk menjual makanan atau minuman. Agar bisa mengambil peluang di dalam kesempitan masalah maka perlu membuat keputusan.
Keputusan itu pun dilakukan dengan cepat. Setiap hari kita menghadapi keputusan-keputusan. Kita tahu bahwa tujuan keputusan adalah untuk memilih yang terbaik, menyelesaikan setiap permasalahan.
Ketika keputusan ini dibuat dalam urusan perusahaan, hasilnya dapat meningkatkan pencapain bisnis.
Belajar Mengelola Risiko Keberhasilan yang Tertunda
Setiap keputusan yang dibuat pastilah memiliki berbagai konsekuensi. Risiko memang tidak bisa dihilangkan atau dihindari, tapi bisa dikelola.
Fokusnya adalah fokus kepada aktivitas yang mendatangkan peluang dan bekerjalah lebih giat untuk memberi nilai lebih. Selain itu, beranilah untuk menghadapi kerugian.
Sebagaimana tidak semua usaha memberikan hasil yang sesuai ekspektasi, begitu juga transaksi bisnis tidak selalu memberikan keuntungan yang signifikan.
Ada saatnya harus berani menanggung kerugian untuk menghasilkan keuntungan jangka panjang. Apabila hari ini mengalami kerugian tidak perlu lekas berkecil hati.
Coba lakukan evaluasi dengan jeli agar langkah Anda lebih tertata dan menghasilkan keuntungan.
Fokus pada Inovasi yang Berkelanjutan
Inovasi pada aspek pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Inovasi memberikan nilai tambah yang membedakan dengan kompetitor. Lakukan inovasi secara berkelanjutan.
Setiap usaha selalu memiliki masalah di setiap tingkatannya. Semakin berkembang sebuah usaha maka berbeda tantangannya seperti pada saat baru merintis.
Suatu produk atau jasa yang semakin inovatif maka ia semakin dibutuhkan oleh banyak orang dalam jangka panjang.
1. “Orang pintar mikir ribuan mil, jadi terasa berat. Saya nggak pernah mikir karena cuma melangkah saja. Ngapain mikir, kan cuma selangkah”, Bob Sadino.
2. “Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak” – Bob Sadino
3. “Setinggi apapun pangkat yang Anda miliki, Anda tetap seorang pegawai. Sekecil apapun usaha yang Anda punya, Anda adalah BOS nya” -Bob Sadino
4. “Kebanyakan orang merasa sukses itu adalah hasil jerih payah diri sendiri, tanpa campur tangan Tuhan. Mengingat Tuhan adalah sebagai ibadah vertikal dan menolong sesama sebagai ibadah horizontal” – Bob Sadino
5. “Bergayalah sesuai isi dompetmu. Yang beneran punya, nggak akan banyak bicara seperti mereka yang berlagak sok punya” -Bob Sadino
6. Seorang pemenang tidak didapat dari arena latihan di Gimnasium. Pemenang sejati diperoleh dari apa yang ada dalam diri mereka– Sebuah hasrat, sebuah impian, dan sebuah visi kedepan!” – Muhammad Ali
7. “Segera bertindak dan terus berjuang, karena Andalah yang berhak menentukan nasib. Mau malas? Mau rajin? Semua tergantung Anda!” – Andrie Wongso
8. “Sukses adalah meraih apa yang kita inginkan. Bahagia adalah menerima dan menyukai yang telah diraih. Bersyukur adalah menyisihkan yang dipunyai untuk membantu sesama” – Andrie Wongso
9. “Berani Mencoba! Jangan takut gagal sebelum mencoba! Jangan takut jatuh sebelum melangkah! Kesuksesan milik orang yang berani mencoba! INGAT! Apa-apa yang tidak mungkin, seringkali belum pernah dicoba.” – Andrie Wongso
10. “Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang kesungguhan.” – Dahlan Iskan
Membaca peluang usaha memang bisa dari mana saja, bahkan dengan menjadi pendengar yang baik-pun bisa menjadi satu cara untuk mendapatkan peluang usaha yang bagus.
Apalagi saat ini, dimana semakin banyak orang yang selalu saja mengeluh dengan kondisinya masing-masing. Jika setiap keluhan bisa diakomodir dan dikelola dengan baik, bisa saja itu akan menjadi peluang usaha yang menguntungkan.
Tak dapat dipungkiri, jika seseorang akan selalu butuh bicara dengan orang lain, baik dalam kondisi senang meupun susah. Apabila ia sedang bersedih dan kesedihan tersebut diutarakan pada orang lain, maka kesedihan akan berkurang.
Jika sedang gembira, dan kegembiraan tersebut dibicarakan dengan orang lain, maka kegembiraan tersebut semakin bertambah.
Keluh kesah memang menjadi satu hal yang lumrah dilakukan oleh setiap orang, keluh kesah tersebut bisa diutarakan melalui percakapan di dunia nyata maupun di dunia maya.
Di dunia maya banyak orang memanfaatkan jejaring sosial, menulisnya di blog, ataupun sekedar berbagi di berbagai forum online.
Menjadi pendengar dan pembaca yang baik memang bukan perkara yang mudah. Dibutuhkan kesabaran dan kekuatan mental untuk menerima “sesuatu yang negatif” dari orang lain.
Bahkan pada umumnya manusia, tidak akan mau menerima keluhan orang lain yang seringkali justru bisa menambah beban pemikiran.
Membaca peluang usaha dari keluh kesah
Menjadi wirausahawan yang sukses memang dibutuhkan pikiran yang terbuka, kreativitas yang tinggi, serta inovasi dalam menghadapi berbagai kondisi.
Membaca peluang usaha dari keluh kesah
Menjadi wirausahawan yang sukses memang dibutuhkan pikiran yang terbuka, kreativitas yang tinggi, serta inovasi dalam menghadapi berbagai kondisi.
Dengan pikiran yang terbuka, ia akan mampu menjadi “penampung” dari sekian banyak keluhan yang diutarakan banyak orang, dengan kreativitasnya pengusaha dapat memunculkan solusi terhadap berbagai permasalahan yang muncul, dan dengan inovasinya ia bisa menciptakan produk-produk yang dijual untuk bisa mengatasi berbagai permasalahan tersebut.
Peluang usaha memang akan selalu ada hingga kapanpun juga, selama masih banyak orang yang mengeluh maka semakin banyak peluang yang bisa diciptakan.
Hanya saja untuk bisa membaca peluang usaha dari keluh-kesah orang lain memang membutuhkan kejelian dan kecermatan.
Setiap masalah adalah peluang usaha
Jika dicermati secara seksama, sebagian besar produk yang ada saat ini sebenarnya lahir dari keluhan banyak orang. Misalnya saja munculnya produk mie instan untuk mengatasi permasalahan orang yang tidak punya waktu atau malas untuk memasak, munculnya produk pemutih wajah untuk mengatasi permasalahan mereka yang tidak percaya diri dengan kulitnya yang hitam, munculnya obat nyamuk untuk mengatasi mereka yang rumahnya banyak nyamuknya.
Munculnya Grab bike dan Go Jek misalnya, ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi berbagai keluhan masyarakat kota besar yang sering menghadapi permasalahan kemacetan, dan minimnya transportasi umum yang nyaman dan memadai.
Hampir di semua permasalahan di kehidupan ini adalah peluang usaha.
Biro jodoh dibuat untuk mereka yang kesulitan mencari pasangan hidup, Wedding organizer lahir untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang tak ingin repot mengurus pernikahan, ada usaha tempat penitipan bayi, penjualan barang-barang bekas mainan anak, bisnis antar-jemput anak sekolah, dan masih banyak contoh lainnya.
Dari beberapa contoh kasus diatas, maka dapat diambil hikmahnya bahwa dari setiap permasalahan pasti ada solusinya.
Ibaratnya, hampir semua penyakit bisa dipastikan ada obatnya, tinggal siapa dan kapan obat tersebut ditemukan dan diperjual-belikan dipasaran.
Bersiaplah menangkap peluang usaha dari masalah disekitarmu
Datang tak diundang, pergi tak diantar… Itulah masalah hidup yang juga bisa menjadi satu peluang usaha bagi mereka yang “siap”. Tanpa kesiapan, kesempatan biasanya juga akan lewat begitu saja.
Untuk bisa menangkap peluang usaha dari sekian banyaknya masalah dan keluhan yang ada, berikut beberapa tips yang kami kutip dari Kompas.com :
Identifikasikan besarnya potensi atau peluang dibalik setiap keluhan. Serta bagaimana mengenali keluhan apa yang paling besar kemungkinannya untuk diubah menjadi peluang.
Keluhan yang memiliki potensi paling besar untuk menunjang pertumbuhan dan kemajuan kita adalah keluhan yang memiliki karakteristik paling sering diungkapkan atau memiliki frekuensi yang tinggi disampaikan di ruang publik.
Oleh sebab itu rajinlah kita mencermati di dunia maya, khususnya di Media Sosial, ocehan serta kicauan apa yang paling sering diungkapkan oleh rakyat.
Lihatlah volume atau besarnya keluhan tersebut. Jika keluhan tersebut memiliki ukuran yang sangat masif atau besar, maka inilah “Tambang emas” itu.
Ciri kedua ini bisa dilihat apakah keluhan tersebut terjadi hampir di kota besar misalnya, atau secara dominan terjadi di seluruh kota, nasional, atau bahkan sekala global.
Ketahui apakah keluhan tersebut secara nyata berhubungan dengan hajat hidup orang banyak? Jika jawabannya adalah ya, maka ini berarti keluhan tersebut pantas untuk kita tangkap dan secepatnya kita olah menjadi peluang.
Pandai membaca peluang usaha dari berbagai keluhan orang disekitar kita memang sangat diperlukan, siapa tau dari keluhan tersebut bisa menjadi jalan rejeki yang tidak terduga-duga.
Untuk itu segeralah menangkap peluang yang ada kemudian mengembangkannya menjadi sebuah usaha.
Semoga artikel ini bermanfaat.....
Sumber: https://lahanindustri.wordpress.com/2019/12/11/mengubah-masalah-menjadi-peluang/
Komentar
Posting Komentar