Apa Yang Dimaksud Dengan Kecerdasan Emosional
Pada tahun 1990, Psikolog Salovey dari University Harvard dan Mayer dari University New Hampshire, melontarkan untuk pertama kalinya tentang istilah kecerdasan emosional.
Hal ini mereka gunakan untuk menjelaskan hubungan kausalitas antara empati, mengungkapkan dan memahami perasaan marah, pengendalian amarah, kemampuan menyelesaikan masalah secara mandiri, berdiskusi, memecahkan masalah, keramahan serta adanya sikap hormat.
Kedua psikolog ini juga menjelaskan mengenai pengertian dari kecerdasan emosional, yang diartikan sebagai suatu kemampuan atau intelegensi yang di dalamnya terdapat kemampuan untuk memahami perasaan diri sendiri dan orang lain.
Hal ini berguna untuk memindai hal apa yang akan dilakukan selanjutnya, karena sudah memahami situasi dan suasana yang terjadi.
Kalau menurut pengertian yang ada di KBBI, kecerdasan emosional adalah kecerdasan yang erat kaitannya dengan kepedulian dan hati, baik antar sesama manusia, dengan makhluk lain, maupun alam sekitar.
Beberapa peneliti berkata bahwa kecerdasan emosional dapat dipelajari dan dikembangan, sedangkan yang lain berkata kecerdasan emosional adalah bawaan lahir.
Pada dasarnya kemampuan emosional bukalah lawan dari kecerdasan intelektual. Kedua hal tersebut seharusnya bisa dikembangkan secara seimbang.
Kecerdasan emosional biasanya lebih mempengaruhi kehidupan sosial yang terjadi, karena saat berkehidupan sosial kita bertemu manusia lain, dan dalam hal ini pengendalian emosi dibutuhkan dengan sangat.
Bisa dikatakan sangat penting untuk memiliki kecerdasan emosional. Kapan kita harus berempati, kapan kita harus memahami orang lain, kapan kita harus marah dengan orang lain, dan bagaimana cara menghormati orang lain, hal-hal ini sangat berhubungan dengan kecerdasan emosional.
Semakin baik pengelolaan emosi, maka sebaik itu pula kita diterima oleh lingkungan masyarakat.
Untuk mengembangkan kecerdasan emosional sendiri, dapat dimulai sejak dini, dimana setiap orangtua harus memahami betapa pentingnya membekali anak dengan keterampilan intelektual yang dibutuhkan agar bisa bergabung ke lingkungan nantinya.
Berbagai petunjuk dan ajaran tersebut bisa dipelajari melalui buku Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak.
Komponen Kecerdasan Emosional
Setelah memahami tentang kecerdasan emosional membuat kita memahami apa yang dimaksud dari kecerdasan tersebut.
Selanjutnya kita akan memahami komponen-komponen dalam pembentukan kecerdasan emosional. Dalam pembentukan kecerdasan emosional terdapat komponen-komponen yang menjadi pembentuk dari kecerdasan emosional, dikutip dari bintangtrainer.com, hal tersebut yaitu:
1. Memiliki Kesadaran Diri
Komponen pertama adalah kesadaran diri. Menurut KBBI kesadaran diri diartikan sebagai kesadaran yang dimengerti seseorang, mengenai keadaan dirinya sendiri.
Dalam hal ini maksudnya, kesadaran ini adalah kesadaran yang mana anda mampu memahami mengenai emosi yang ada di dalam diri anda.
Hal ini merupakan aspek terpenting dalam kecerdasan emosional. Semakin memahami kondisi emosi yang ada di dalam diri dan pengendaliannya, semakin baik juga kondisi kecerdasan emosi yang terbentuk.
Sebenarnya selain memahami tentang emosi yang ada di dalam diri, seseorang juga harus sadar akan dampak akan tindakan, suasana hati dan emosi ketika berinteraksi dengan orang lain.
Individu harus memiliki kontrol terhadap emosi yang ada di diri, untuk membentuk kesadaran diri, selain punya akses kontrol akan emosi diri, harus mengerti juga akan reaksi akan emosional yang tidak sama, dan mampu memahami emosi apa yang tengah muncul.
Alangkah baiknya, untuk membentuk kecerdasan emosional, seseorang harus memahami dan mengetahui hubungan antara yang mereka rasakan dan bagaimana mereka harus bersikap.
Selain itu, harus mampu mengenali apa kelebihan dan kekurangan dari diri mereka sendiri.
Peneliti mengungkapkan bahwa pada dasarnya orang memiliki kesadaran dari diri sendiri itu, memiliki ciri-ciri, yaitu mempunyai selera humor yang baik, punya kepercayaan diri yang tinggi dan mempercayai kemampuan diri sendiri, serta menyadari cara orang memandang diri mereka.
2. Membentuk Regulasi Diri
Sesuai dengan komponen pertama, untuk komponen kedua adalah membentuk regulasi diri.
Regulasi memiliki pengertian sebagai pengaturan. Dalam hal ini maksudnya ialah individu harus memiliki pengaturan emosi yang baik.
Setelah mampu untuk menyadari adanya emosi di dalam diri, akan memunculkan dampak bagi orang lain, maka dalam kinerjanya, kecerdasan emosional harus mampu untuk mengelola emosi dan mengaturnya.
Bukan berarti kalian harus menyembunyikan perasaan kalian yang sebenarnya dan mengunci rapat pintu, agar emosi kalian tidak keluar. No, itu salah besar.
Apabila kalian seperti itu, kalian hanya akan menunggu waktu dan keadaan yang sesuai untuk kalian mengungkapkan perasaan kalian sebenarnya. Mengekspresikan emosi secara tepat baik dalam pemilihan waktu dan keadaan yang tepat dinamakan sebagai pengaturan diri.
Dampak dari kalian yang mampu melakukan pengaturan diri adalah mereka cenderung mampu beradaptasi dengan baik terhadap adanya perubahan dan fleksibel.
Selain itu mereka juga pintar dalam meredam situasi yang tegang dan pintar dalam mengelola konflik sehingga mampu menimbulkan solusi.
Penelitian mengungkapkan bahwa seseorang yang memiliki kemampuan mengatur diri yang baik dan memiliki kesadaran diri yang baik, maka akan berdampak pada bagaimana cara mereka untuk bertanggung jawab dan memiliki kemampuan dalam mempengaruhi orang lain di sekitar mereka.
3. Memiliki Keterampilan Sosial
Aspek penting dalam kecerdasan emosional merupakan kemampuan berinteraksi sosial dengan baik.
Sejatinya, pemahaman emosional bukan hanya melibatkan memahami emosi diri sendiri, melainkan memahami emosi orang lain.
Semakin sering berinteraksi dan menerapkan pemahaman terhadap emosi diri sendiri dan orang lain, hal ini akan membantu dalam membentuk kecerdasan emosi yang semakin tinggi.
4. Mempunyai Empati
Mempunyai empati merupakan salah satu komponen dari kecerdasan emosi. Empati diartikan sebagai kemampuan diri untuk lebih memahami perasaan orang lain, dan hal ini sangat penting bagi pengembangan kecerdasan emosi.
Empati yang ada membentuk pemahaman mengenai emosi yang sedang dirasakan lawan bicara kita, ataupun orang di sekitar kita.
5. Memiliki Motivasi Diri
Peran kunci dalam membentuk kecerdasan emosional dipegang oleh motivasi dalam diri sendiri.
Orang cerdas secara emosional memiliki kecenderungan termotivasi di luar motivasi eksternal seperti mendapatkan ketenaran, pujian, uang dan pengakuan.
Mereka cenderung memiliki motivasi untuk memenuhi kebutuhan diri dan kebutuhan batin dari mereka sendiri. Seseorang yang memiliki motivasi diri cenderung kompeten dan cenderung berorientasi pada tindakan-tindakan pengendalian.
Sehingga kalau dilihat orang yang memiliki kecerdasan emosional mampu berkomitmen dan sangat pintar dalam mengambil inisiatif.
Kecerdasan emosional yang dimiliki seseorang sendiri kadang tercermin pada kehidupan nyata, dimana pada umumnya menjadi individu yang menonjol dan memiliki hubungan dekat yang hangat dan menjadi bintang di tempat kerja dan hal ini dibahas pada buku Kecerdasan Emosional karya Daniel Goleman.
Klik Disini Untuk Membaca Artikel Lainnya,Semoga Bermanfaat!!
Komentar
Posting Komentar